Kamis, 19 September 2013

POLISI MEMBAYAR ADAT ATAS PELECEHAN PEREMPUAN PAPUA

Walau Kapolres Fak-fak Menyangkal dan Mengkambing Hitamkan Elsham Papua, Kini Terbukti Polisi Melecehkan Perempuan Papua Dengan Membayar Denda Adat

 
FAK-FAK, SuarakaKaumTakBersuara.com- Walau Kapolres berusaha menutupi kebenaran dengan mencari kambing hitam terkait pelecehan terhadap perempuan Papua di Fak-fak lalu, dengan mengatakan Elsham Papua merekayasa kasus tersebut, namun Polisi diam-diam datang ke korban dan membayar uang adat atas kasus pelecehan tersebut dan menghebohkan warga setempat, 18 September 2013.

Ketika menghadiri pertemuan antara Komnas Perempuan bersama Pemda Kabupaten Fakfak pada 12 September 2013, yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Kabupaten Fakfak, Kapolres Fakfak menyatakan bahwa ELSHAM Papua sengaja merekayasa laporan kasus pelecehan seksual yang dialami oleh enam orang perempuan. Tambah Kapolres, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Propam Polda Papua bahwa peristiwa 14 Agustus itu merupakan Fakta terbalik. “Pemeriksaan dan penggeledahan sudah dilakukan sesuai aturan, apakah seceroboh itu seorang polri yang professional dan punya aturan, yang lahir dari seorang mama bisa melakukan sedemikian, yang periksa adalah dua polwan ada saksi disitu, bisa melakukan hal yang seburuk itu, saat mengintograsi ditemukan bahwa ada bukti petunjuk bahwa ada yang mengajari mama-mama itu, dan dokumen sudah disita dan akan dijadikan alat bukti, sekarang ada di Polda dan Polda sedang menyusun tim untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya. Jawaban Kapolres tersebut atas pertanyaan Komnas Perempuan Sebelum Komnas menyampaikan hasil Investigasinya.

Menurut Freddy Warpopor, Sulit memang kalau Polisi periksa Polisi. Begitu gampangnya mereka melecehkan Perempuan-perempuan pribumi ini. Dalam foto ini adalah mama yang sedang menerima denda adalah Perempuan yang pertama kali masuk ruangan dan ditelanjangi oleh dua oknum Polwan di Polres Fakfak. Foto ini membuktikan bahwa Polisi sudah mengaku salah secara adat. saat ini mama sudah siap kembalikan denda adat tersebut dan buat sumpah adat. supaya kwalat akan turun buat siapa yang sudah putar balik Fakta ini. Hal itu disampaikan Freddy sambil menunjuk bukti berupa foto. Tambah Freddy,  jangan mengelak lagi kalau anak buah sudah merendahkan martabat perempuan Fakfak, maka Pak tidak perlu mencari Kambing Hitam lagi. Gambar ini terbukti bahwa anda salah dan telah melecehkan martabat perempuan Pribumi Papua. Jangan pikir perempuan Fakfak akan diam saja. Di forum adat mengaku salah! Terus, setelah membuat opini baru ooooo nanti lihat saja. Emamas negri Fakfak itu diuji dalam tanur api dan bentuk menjadi nilai harta yang mahal. Hati-hati, panasnya itu akan membuat hidup-mu tidak tenang. (Ten-G)

Bukti Foto Denda Adat/ Doc. Freddy


2 komentar:

  1. inilah tindakan biadab yang di lakukan negara indonesia terhadap rakyat asli pribumi papua barat dengan tujuan untuk membenarkan negara NKRI, sebenar kekerasan yang di lakukan penegakan hukum itu dinilai memang salah.tetapi memaksakan diri benar.
    dan polwan masih goblok jadi polwan manamungkin untuk menegakan hukum di negara ini?.
    kapan negara ini berubah?.
    kapan negara ini akan memiliki aturan hukum yang sebenar?.
    sebab apa yang terjadi itu kegoblokan dari kepala negara s/d atasan yang di tugaskan sehingga anak buahnya terjerumus dalam kegoblokan atasan.
    atasannya semua goblok mo jadi apa kedepannya negara indonesia ini.

    semoga keamanan yang bertugas diatas muka bumi papua barat Tuhan,Alam papua,Tulang Belulang papua akan memberkati dalam segala tugasnya.

    BalasHapus