Selasa, 29 April 2014

YOGANOGO YOKA YOMAN MATI DI HOTEL



Diduga Dibunuh Oleh Orang Tak Dikenal Atas Konspiratif, Baptis Akan Mendorong Pengungkapan Kasus Pembunuhan

Korban Yoka Yoman
SKTB-Jayapura,  Atas terbunuhnya anggota gereja, Yaganogo Yoka Yoman (36), 22 April 2014, Baptis Papua akan mendorong pengungkapan kasus pembunuhan tersebut, tegas Matius Murib. Matius menjelaskan, kasus tersebut terlihat ada kerja sama atas pembunuhan Yoka, di mana, jika dilihat dari bentuk visiknya, bisa dilihat ada cekikan leher. Dan anehnya lagi, ada kasus pembunuhan tapi Polisi tidak mem-polisi line-kan tempat kejadian.

Matius menjelaskan, kami berharap agar kebenaran dibalik kasus ini bisa terungkap agar rakyat bisa mendapatkan rasa keadilan.

Berikut ini kronologis peristiwanya:
Kronologi Peristiwa

a.                 Identitas korban
1)     Nama Lengkap            :Yaganogo Yoka Yoman
2)     Umur                               : 36 Tahun
3)     Pekerjaan                      : Staff Khusus Ketua Sinode Baptis Papua
4)     Agama                            : Kristen Protestan
5)     Alamat                            : Kompleks Koramil Hawai Sentani
6)     Kondisi korban             :Perut membengkak, lidah keluar, Goresan di dagu bagian kiri, darah keluar dari mulut, ingus keluar dari mulut, Muka  membengkak,lender di mulut.
7)     Tanggal kejadian        : 22 April 2014
8)     Tempat Kejadian        : Hotel Renggali, Sentani, Jayapura, Papua


b.                 Peristiwa

Selasa, 22 April 2014
Pukul 03.00 WP: Yoganogo Yoka Yoman susah tidur, dan ia mengakui ketindisan. Karena ketindisan, Yoka diingatkan oleh mamanya untuk berhati-hati kalau di perjalanan jika berjalan ke luar rumah.

Pukul 05.00 WP: Yoka keluar dari rumahnya, di kompleks Koramil Hawai, Sentani dan kemudian ke bandar udara Sentani, Jayapura, sambil mengantar rekan/keluarga  yang bernama Matius Tabuni, yang saat itu, Matius harus berangkat dari Jayapura ke Wamena.

Pukul 06.00 WP: Korban menerima telpon dari seseorang dan keluar meninggalkan bandara udara sentani ke arah Puskesmas Sentani kota dan selanjutnya menuju ke arah mana belum di ketahui .


Pukul 10.20 WP: Keluarga korban dihubungi oleh petugas medis bahwa Yaganogo Yoka Yoman sedang ada di rumah sakit Yowari sentani dalam keadaan tak bernyawa”. Keluarga korban pun dikagetkan dengan informasi seperti itu karena tidak terlalu lama peristiwa itu terjadi.

Pukul 11.00 WP: setelah terima laporan dari pihak medis, keluarga korban menuju ke rumah sakit Yowari sentani dan melihat korban, ternyata Korban sudah tidak bernyawa. Kondisi korban saat itu mengalami “perut  kembung, lidah keluar, darah keluar dari mulut, luka memar di  dagu, ingus keluar dari hidung dan hidung bengkak”.

Sekitar Pukul 13.00: Menurut sopir Ambulans  “Polisi telepon rumah sakit untuk datang ambil mayat di Hotel Renggali. Kata-nya ada penemuan mayat di kamar mandi dalam keadaan tidak bernyawa”.
Sesudah itu, sopir mengatakan, “pagi tadi kebetulan saya yang piket  jadi saya langsung pergi  angkat  mayat tersebut. Ternyata mayat itu mereka sudah langsung isi di dalam kantong hitam sehingga kami hanya angkat dan langsung bawah kerumah sakit”.

Sekitar Pukul 13.30 WP: Bapak Ketua Sinode Baptis (Socrates Sofyan Yoman) bersama  istrinya tibah di Rumah Sakit dan melihat kondisi korban yang tak bernyawa.

Pukul 15.00: Aktifis HAM bersama keluarga Korban pergi ke Kantor polisi untuk mengambil Dompet, KTP dan HP, tetapi Polisi masih menahan  Dompet, KTP dan HP dengan alasan “ ini sebagai barang bukti”. Setelah mendengar alasan barang tesebut adalah alat bukti, Akfis HAM dan keluarga Korban meminta keterangan singkat tentang kematian korban. Setelah mendapatkan keterangan, Akfis HAM dan keluarga meminta  kepada pihak kepolisian untuk mengantar Akfis HAM dan keluarga korban, ke TKP. Sampai di TKP, Akfis HAM dan keluarga menebukan fakta-fakta seperti: Bercakan darah di dinding pintu, bercakan darah di lantai kamar mandi, dan posisi pintu sudah tercabut.

Pukul 15.30: Akfis HAM dan keluarga korban, Polisi, Pemilik Hotel dan Tukang Hotel kembali ke  kantor Polisi.

Pukul 16.00: Akfis HAM dan keluarga korban pulang kembali ke rumah waena.

 Pukul 18.00 WP: Mayat dibawa pulang di rumah duka di Expo Waena , kota  Jayapura.


Kronolis Versi Polisi
 Pukul 06.30 WP: korban tibah di hotel,  lalu  korban mengatakan meminjam kamar mandi kepada resepsionis  untuk  buang air. Sebelum dipersilahkan, Korban langsung menuju kamar mandi hotel, sambil memegang dada-nya.

Pukul 09.00 WP: karena lama tidak keluar, petugas resepsionis mengecek dan mengetuk pintu kamar mandi tapi tidak ada jawaban. Karena tidak ada jawaban, maka petugas menghubungi bos hotel. Lalu bos hotel menyuruh tukang membuka pintu kamar mandi tersebut.

Setelah terbukanya pintu, ternyata disaksikan oleh 3 orang pegawai hotel,  korban dalam keadaan sikap sujud ke arah Closed.

Pukul 09.30 WP: Petugas hotel menelpon Polisi untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)

 Setelah Polisi melihat korban, lalu Polisi menelpon mobil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit Yowari Sentani. Setelah  Ambulans tibah, korban dinaikan kedalam mobil ambulans kemudian dibawa ke rumah sakit untuk divisum luar .

Pukul 10.00 WP: korban tibah di rumah sakit Yowari sentani dan dokter memastikan bahwa korban positif meninggal dunia.


Atas kasus tersebut, keluarga korban berharap kasus tersebut bisa terungkap, walau pun, rasa pesimis warga pun ada. Keluarga pun mengucapkan terima kasih pada pihak Baptis yang ingin mengungkap kebenaran dibalik peristiwa tersebut. (***M.G***)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar